<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8639763843973167353</id><updated>2012-02-16T18:06:43.206-08:00</updated><category term='smkn2magelang'/><category term='arifdiyanto'/><category term='sunnah'/><category term='salafi'/><category term='salaf'/><category term='arif diyanto'/><title type='text'>smkn 2 magelang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://skanida.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8639763843973167353/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skanida.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arif Diyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16397020251455344435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_cHRxNBqoeZE/TIYAXd4EthI/AAAAAAAAAE8/0-dkZKjh88I/S220/DSCN4684.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8639763843973167353.post-7179937073779261052</id><published>2009-06-03T10:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T10:18:23.344-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arifdiyanto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salafi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arif diyanto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah'/><title type='text'>Assunnah</title><content type='html'>AQIDAH SALAF ASHHABUL HADITS&lt;br /&gt;Abu Isma'il Ash-Shabuni&lt;br /&gt;Kitab ini ditulis oleh Syaikhul Islam Abu Isma'il Ash-Shabuni (373H - 449 H). Beliau sosok&lt;br /&gt;Ulama yang gigih menuntut ilmu, pada umur 10 tahun sudah menjadi juru nasehat. Imam&lt;br /&gt;Al-Baihaqi berkata :" Beliau adalah syaikhul Islam sejati, dan imam kaum muslimin sebenarbenarnya".&lt;br /&gt;Yang ada dihadapan pembaca ini merupakan ringkasan, pembahasan yang hampir mirip&lt;br /&gt;tidak diulang-ulang serta tidak disebutkan para perawinya. Takhrij hadits yang ada&lt;br /&gt;sebagian besar merujuk kitab yang ditahqiq oleh Badar bin Abdullah Al-Badar&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;KEYAKINAN ASHHABUL HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH&lt;br /&gt;! [Syaikh Abu Utsman berkata]: Semoga Allah melimpahkan taufik. Sesungguhnya&lt;br /&gt;Ashhabul Hadits (yang berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah)-semoga Allah&lt;br /&gt;menjaga mereka yang masih hidup dan merahmati mereka yang telah wafat-adalah&lt;br /&gt;orang-orang yang bersaksi atas keesaan Allah, dan bersaksi atas kerasulan dan kenabian&lt;br /&gt;Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Mereka mengenal Allah subhanahu wata'ala dengan sifat-sifatnya yang Allah utarakan&lt;br /&gt;melalui wahyu dan kitab-Nya, atau melalui persaksian Rasul-Nya shallallahu'alaihi wa&lt;br /&gt;sallam dalam hadits-hadits yang shahih yang dinukil dan disampaikan oleh para perawi&lt;br /&gt;yang terpercaya.&lt;br /&gt;Mereka menetapkan dari sifat-sifat tersebut apa-apa yang Allah tetapkan sendiri dalam&lt;br /&gt;Kitab-Nya atau melalui perantaraan lisan Rasulullah shallallahu'alaihi wa&lt;br /&gt;sallamshallallahu `alaihi wa sallam. Mereka tidak meyerupakan sifat-sifat tersebut&lt;br /&gt;dengan sifat-sifat makhluk. Mereka menyatakan bahwa Allah menciptakan Adam&lt;br /&gt;'alaihissalam dengan tangan-Nya, sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur'an:&lt;br /&gt;"Allah berfirman:"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah&lt;br /&gt;Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. (Shaad:75)&lt;br /&gt;Mereka tidak menyimpangkan Kalamullah dari maksudnya-maksud sebenarnya,&lt;br /&gt;dengan mengartikan kedua tangan Allah sebagai dua kenikmatan atau kekuatan, seperti&lt;br /&gt;yang dilakukan oleh Mu'thazilah dan Jahmiyyah-semoga Allah membinasakan mereka-.&lt;br /&gt;Mereka juga tidak mereka-reka bentuknya atau menyerupakan dengan tangan-tangan&lt;br /&gt;makhluk, seperti yang dilakukan oleh kaum Al-Musyabbihah-semoga Allah&lt;br /&gt;menghinakan mereka.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala telah memelihara Ahlus Sunnah dari menyimpangkan,&lt;br /&gt;mereka-reka atau menyerupakan sifat-sifat Allah dengan makhluknya. Allah telah&lt;br /&gt;memberi karunia atas diri mereka pemahaman dan pengertian, sehingga mereka&lt;br /&gt;mampu meniti jalan mentauhidkan dan mensucikan Allah azza wa jalla. Mereka&lt;br /&gt;meninggalkan ucapan-ucapan yang bernada meniadakan, menyerupakan dengan&lt;br /&gt;makhluk. Mereka mengikuti firman Allah azza wa jalla:"tidak ada sesuatupun yang&lt;br /&gt;serupa dengan-Nya, dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (Asy-Syuraa:11)&lt;br /&gt;Al-Qur'an juga menyebutkan tentang "Dua tangan-Nya" dalam firman-Nya:"..yang telah&lt;br /&gt;Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.. " (Shaad:75)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Dan juga firman-Nya:"(Tidak demikian), tetapi kedua-tangan Allah terbuka, Dia&lt;br /&gt;menafkahkan sebagaimana yang Dia kehendaki" (Al-Maidah:64)&lt;br /&gt;Dan diriwayatkan dalam banyak hadits-hadits shahih dari Rasulullah shallallahu'alaihi&lt;br /&gt;wa sallamshallallahu `alaihi wa sallam yang menyebutkan tangan Allah, seperti kisah&lt;br /&gt;perdebatan Musa dengan Adam 'alaihimassalam, tatkala Musa berkata:"Allah telah&lt;br /&gt;mencipta dirimu dengan tangan-Nya dan membuat para malaikat bersujud kepadamu"&lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;PERNYATAAN ASHHABUL HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH&lt;br /&gt;! Dan demikian juga pernyataan mereka tentang sifat-sifat Allah azza wa jalla yang&lt;br /&gt;disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadits-hadits yang shahih, diantaranya:&lt;br /&gt;pendengaran, penglihatan, mata, wajah, ilmu, kekuatan, kekuasaan, keperkasaan,&lt;br /&gt;keagungan, kehendak, keinginan, perkataan, ucapan, ridha, marah, hidup, terjaga,&lt;br /&gt;gembira, tertawa, dll. Tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk, tetapi&lt;br /&gt;mencukupkan dengan apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya tanpa menambahnambahi,&lt;br /&gt;mengembel-embeli, takyif, tasybih, tahrif, mengganti, merubah, serta tidak&lt;br /&gt;membuang lafadz khabar yang bisa dipahami untuk kemudian ditakwil dengan makna&lt;br /&gt;yang salah.&lt;br /&gt;Mereka menafsirkan berdasarkan dzahirnya dan menyerahkan makna sesungguhnya&lt;br /&gt;kepada Allah, dan mengatakan bahwasanya hakikat sesungguhnya yang mengetahui&lt;br /&gt;hanyalah Allah. Sebagaimana diberitakan oleh Allah tentang orang-orang yang dalam&lt;br /&gt;ilmunya:" Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata:"Kami beriman kepada&lt;br /&gt;ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami". Dan tidak dapat&lt;br /&gt;mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal" (Ali-'Imran:7&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;AL-QUR'AN KALAMULLAH-BUKAN MAKHLUK&lt;br /&gt;! [Syaikh Abu Utsman berkata:] "Ashhabul Hadits bersaksi dan berkeyakinan bahwa Al-&lt;br /&gt;Qur'an adalah kalamullah (ucapan Allah), Kitab-Nya dan wahyu yang diturunkan,&lt;br /&gt;bukan makhluk. Barangsiapa yang menyatakan dan berkeyakinan bahwa ia makhluk&lt;br /&gt;maka kafir menurut pandangan mereka.&lt;br /&gt;Al-Qur'an merupakan wahyu dan kalamullah yang diturunkan melalui Jibril kepada&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dengan bahasa Arab untuk orang-orang yang&lt;br /&gt;berilmu sebagai peringatan dan kabar gembira, sebagaimana firman Allah ta'ala:"Dan&lt;br /&gt;sesungguhnya al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa&lt;br /&gt;turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi&lt;br /&gt;salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab&lt;br /&gt;yang jelas. (Asy-Syu'ara: 192-195)&lt;br /&gt;Al-Qur'an disampaikan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam kepada umatnya&lt;br /&gt;sebagaimana yang diperintahkan Allah:"Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan&lt;br /&gt;kepadamu dari Rabbmu". (Al-Maidah:67), dan yang disampaikan oleh beliau adalah&lt;br /&gt;kalamullah. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Apakah kalian yang akan&lt;br /&gt;menghalangiku untuk menyampaikan kalam (ucapan) Rabbku" 1&lt;br /&gt;Al-Qur'an yang dihafal dalam hati, dibaca oleh lisan, dan ditulis dalam mushaf-mushaf,&lt;br /&gt;bagaimanapun caranya Al-qur'an dibaca oleh qari, dilafadzkan oleh seseorang, dihafal&lt;br /&gt;oleh hafidz, atau dibaca dimanapun ia dibaca, atau ditulis dalam mushaf-mushaf dan&lt;br /&gt;papan catatan anak-anak dan yang lainnya adalah kalamullah-bukan makhluk.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang beranggapan bahwa ia makhluk, maka telah kufur kepada Allah Yang&lt;br /&gt;Maha Agung.&lt;br /&gt;! Al-Imam Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata:"Al-Qur'an adalah&lt;br /&gt;kalamullah-bukan makhluk. Barangsiapa yang mengatakan Al-Qur'an adalah makhluk,&lt;br /&gt;maka dia telah kufur kepada Allah Yang Maha Agung, tidak diterima persaksiannya,&lt;br /&gt;tidak dijenguk jika sakit, tidak dishalati jika mati, dan tidak boleh dikuburkan di&lt;br /&gt;pekuburan kaum muslimin. Ia diminta taubat, kalau tidak mau maka dipenggal&lt;br /&gt;lehernya2&lt;br /&gt;! Abu Ishaq bin Ibrahim pernah ditanya tentang lafadz Al-Qur'an, maka Beliau&lt;br /&gt;berkata:"Tidak pantas untuk diperdebatkan. 'Al-Qur'an kalamullah-bukan makhluk' "&lt;br /&gt;1 Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:" Adakah seseorang yang mau membawaku ke kaumnya?.&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang Quraisy menghalangiku untuk menyampaikan kalam (ucapan) Rabbku" (HR.&lt;br /&gt;Bukhari dalam Af'alul 'ibad, At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Ibnu Majah)&lt;br /&gt;2 Sanadnya shahih, disebutkan oleh Adz-Dzahabi dalam Tadzkiratul Huffadz&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;! Imam Ahmad bin Hambal berkata:"Orang yang menganggap makhluk lafadz Al-Qur'an&lt;br /&gt;adalah Jahmiyah, Allah berfirman:'..maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar&lt;br /&gt;kalamullah' (At-Taubah:6). Dari mana ia mendengar? 3&lt;br /&gt;! Abdullah bin Al-Mubarak berkata:"Barangsiapa yang mengkufuri satu huruf Al-Qur'an&lt;br /&gt;saja, maka ia kafir (ingkar) dengan Al-Qur'an. Barangsiap yang mengatakan: Saya tidak&lt;br /&gt;percaya dengan Al-Qur'an maka ia kafir"&lt;br /&gt;3 Sanadnya shahih&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;BERSEMAYAMNYA ALLAH DI ATAS 'ARSY&lt;br /&gt;! Ahlu Hadits berkeyakinan dan bersaksi bahwa Allah subhanahu wa ta'ala berada di atas&lt;br /&gt;tujuh lapis langit, di atas 'Arsy-Nya, sebagaimana dalam surat Yunus:"Sesungguhnya&lt;br /&gt;Rabb kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian&lt;br /&gt;Dia bersemayam di atas 'Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tiada&lt;br /&gt;seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada keizinan-Nya" (Yunus:3)&lt;br /&gt;"Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat,&lt;br /&gt;kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dan menundukkan matahari dan&lt;br /&gt;bulan.Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.Allah mengatur urusan&lt;br /&gt;(makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini&lt;br /&gt;pertemuan(mu) dengan Rabbmu".(Ar-Ra'd:2)&lt;br /&gt;".. kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka&lt;br /&gt;tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang Maha Mengetahui" (Al-Furqan:59)&lt;br /&gt;"..kemudian Dia-pun bersamayam di atas 'Arsy".(As-Sajdah:4)&lt;br /&gt;"..dan kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik..".(Fathir:10)&lt;br /&gt;"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya..".&lt;br /&gt;(As-Sajdah:5)&lt;br /&gt;"Apakah kamu merasa terhadap Allah yang di langit bahwa Dia menjungkir balikkan&lt;br /&gt;bumi bersama kamu, sehingga tiba-tiba bumi itu bergoncang". (Al-Mulk:16)&lt;br /&gt;! Allah subhanahu wa ta'ala memberitakan tentang Fir'aun yang terlaknat, bahwasanya ia&lt;br /&gt;pernah berkata kepada Haman (pembantunya): "Dan berkatalah Fir'aun:"Hai Haman,&lt;br /&gt;buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu,&lt;br /&gt;(yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Ilah Musa dan sesungguhnya aku&lt;br /&gt;memandangnya seorang pendusta..." (Al-Mu'min:36-37)&lt;br /&gt;Fir'aun berkata demikian karena ia mendengar Musa mengabarkan bahwa Rabbnya&lt;br /&gt;berada di atas langit.&lt;br /&gt;! Para ulama dan tokoh imam-imam dari kalangan salaf tidak pernah berbeda pendapat,&lt;br /&gt;bahwa Allah 'azza wa jalla' berada diatas 'arsy-Nya. Dan 'arsy-Nya berada di atas tujuh&lt;br /&gt;lapis langit. Mereka menetapkan segala yang ditetapkan Allah, mengimaninya serta&lt;br /&gt;membenarkannya.&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Mereka menyatakan seperti yang Allah katakan bahwa Allah bersamayam di atas 'Arsy-&lt;br /&gt;Nya. Mereka membiarkan makna ayat itu berdasarkan dzhahirnya, dan menyerahkan&lt;br /&gt;hakikatnya sesungguhnya kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Mereka mengatakan:"Kami&lt;br /&gt;mengimani, semuanya itu dari sisi Rabb kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran&lt;br /&gt;(daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal"(Ali-'Imran:7). Sebagaimana Allah&lt;br /&gt;terangkan tentang orang-orang yang dalam ilmunya mengatakan demikian, dan Allah&lt;br /&gt;ridha serta memujinya.&lt;br /&gt;! Imam Malik pernah ditanya dalam majelisnya tentang ayat Allah:"Ar-Rahman&lt;br /&gt;bersemayam di atas 'Arsynya".(Thaha:5), bagaimana caranya Allah bersemayam?. Maka&lt;br /&gt;Imam Malik menjawab:" Bersemayam itu maklum (diketahui maknanya), bagaimananya&lt;br /&gt;(caranya) tidak diketahui, menanyakan bagaimananya adalah bid'ah, dan saya&lt;br /&gt;memandang kamu (penanya) sebagai orang yang sesat, kemudian memerintahkan untuk&lt;br /&gt;mengeluarkan penanya tersebut dari majelis.&lt;br /&gt;! Abdullah bin Al-Mubarak berkata:"Kami mengetahui Rabb kami berada di atas 7 lapis&lt;br /&gt;langit, bersemayam di atas 'Arsy-Nya, terpisah dengan makhluk-Nya. Dan kami tidak&lt;br /&gt;menyatakan seperti ucapan Jahmiyyah bahwa Allah ada di sini, beliau menunjuk ke&lt;br /&gt;tanah (bumi)".4&lt;br /&gt;! Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata:"Barangsiapa yang tidak&lt;br /&gt;menetapkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala berada di atas 'Arsy-Nya maka dia kufur&lt;br /&gt;kepada Rabbnya, halal darahnya, diminta taubat, kalau menolak maka dipenggal&lt;br /&gt;lehernya, lalu bangkainya dicampakkan ke pembuangan sampah agar kaum muslimin&lt;br /&gt;dan orang-orang mu'ahad tidak terganggu oleh bau busuk bangkainya, hartanya&lt;br /&gt;dianggap sebagai fa'i (rampasan perang)-tidak halal diwarisi oleh seorang pun muslimin,&lt;br /&gt;karena seorang muslim tidak mewarisi harta orang kafir, sebagaimana sabda Nabi&lt;br /&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam:" Seorang Muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang&lt;br /&gt;kafir tidak mewarisi orang muslim"(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;! Dalam hadits Mu'awiyah bin Hakam, bahwa ia berniat membebaskan budak sebagai&lt;br /&gt;kifarat. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menguji budak wanita. Beliau&lt;br /&gt;bertanya:"dimanakah Allah?", maka ia menjawab di atas langit, beliau bertanya&lt;br /&gt;lagi:"Siapa aku?", maka ia menjawab:"Anda utusan Allah".5&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghukumi sebagai muslimah karena ia&lt;br /&gt;menyatakan bahwa Allah di atas langit.&lt;br /&gt;4 Sanadnya Hasan&lt;br /&gt;5 HR.Muslim dan lainnya&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;! Imam Az-Zuhri-imamnya para imam berkata:"Allahlah yang berhak memberi&lt;br /&gt;keterangan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang berhak menyampaikan dan&lt;br /&gt;kita wajib pasrah menerimanya"&lt;br /&gt;! Wahhab bin Munabbih berkata kepada Ja'ad bin Dirham:"Sungguh celaka engkai wahai&lt;br /&gt;Ja'ad karena masalah itu (karena Ja'ad mengingkari sifat-sifat Allah)!, seandainya Allah&lt;br /&gt;tidak mengkhabarkan dalam Kitab-Nya bahwa Ia memiliki tangan, mata dan wajah,&lt;br /&gt;niscaya aku tidak berani mengatakannya, takutlah kepada Allah!"&lt;br /&gt;! Khalid bin Abdillah Al-Qisri suatu ketika berkhutbah pada hari raya I'edul Adha di&lt;br /&gt;Basrah, pada akhir khutbahnya ia berkata:"Pulanglah kalian kerumah masing-masing&lt;br /&gt;dan sembelihlah kurban-kurban kalian-semoga Allah memberikahi kurban kalian.&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada hari ini aku akan meyembelih Ja'ad bin Dirham, karena ia&lt;br /&gt;berkata:Allah tidak pernah mengangkat Ibrahim 'alaihissalam sebagai kekasih-Nya, dan&lt;br /&gt;tidak pernah mengajak Musa berbicara. Sungguh Maha Suci Allah dari apa yang&lt;br /&gt;dikatakan Ja'ad karena kesombongan, maka Khalid turun dari mimbar dan menyembelih&lt;br /&gt;Ja'ad dengan tangannya sendiri, kemudian memerintahkan untuk disalib.&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;TURUNNYA ALLAH DAN KEDATANGAN-NYA&lt;br /&gt;! Ahlu Hadits menetapkan kebenaran akan turunnya Allah ta'ala pada setiap malam&lt;br /&gt;kelangit dunia, tanpa menyerupakan dengan turunnya makhluk, tanpa&lt;br /&gt;memperumpamakannya serta tanpa mereka-reka bagaimananya.&lt;br /&gt;Namun mereka menetapakan sebatas yang ditetapkan oleh Rasulullah, dan menafsirkan&lt;br /&gt;berdasarkan dzahirnya, sementara hakikat maknanya mereka serahkan kepada Allah&lt;br /&gt;! Demikian juga mereka menetapkan berita yang diturunkan Allah ta'ala dalam Al-Qur'an&lt;br /&gt;diantaranya mengenai "Al-Maji'" dan "Al-Ityan" (kehadiran dan kedatangan Allah), Allah&lt;br /&gt;berfirman [artinya]:" Tiada yang mereka nanti-nanti [pada hari kiamat] melainkan&lt;br /&gt;datangnya Allah dan malaikat dalam naungan awan..."(Al-Baqarah:210)&lt;br /&gt;"Dan datanglah Rabbmu, sedang malaikat berbaris-baris."(Al-Fajar:22)&lt;br /&gt;! Kita mengimani sepenuhnya apa yang diberitakan tanpa mempersoalkan bagaimananya.&lt;br /&gt;Seandainya Allah menghendaki tentu akan menjelaskannya kepada kita caranya, oleh&lt;br /&gt;karena itu kita mencukupkan dengan apa yang telah Allah jelaskan kepada kita dan&lt;br /&gt;meninggalkan apa yang samar maknanya [hakikatnya], sebagaimana yang Allah&lt;br /&gt;perintahkan [artinya]:" Dialah yang menurnkan Al-Kitab (Al-Qur'an). Diantara [isinya]&lt;br /&gt;ada ayat-ayat yang muhkam, itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an dan sebagian yang lain&lt;br /&gt;[ayat-ayat] mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada&lt;br /&gt;kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan&lt;br /&gt;fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya&lt;br /&gt;kecuali Allah. Dan orang-orang yang dalam ilmunya berkata:'Kami beriman kepada&lt;br /&gt;ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu datang dari Rabb kami. Dan tidak dapat&lt;br /&gt;mengambil pelajaran [daripadanya] melainkan orang-orang yang berakal"(Ali-'Imran:7)&lt;br /&gt;! Rasulullah bersabda:"Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun pada setiap malam ke langit&lt;br /&gt;dunia, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, Dia berfirman [artinya]: "Siapa&lt;br /&gt;yang berdo'a kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapa yang memohon kepada-Ku&lt;br /&gt;niscaya akan Aku beri, siapa yang minta ampun niscaya akan Aku ampuni" 6&lt;br /&gt;! Ummu Salamah [istri Nabi] mengatakan:"Seindah-indah hari adalah hari dimana Allah&lt;br /&gt;azza wa jalla turun ke langit dunia, maka dia ditanya: " Hari apakah itu" Beliau&lt;br /&gt;menjawab: "Hari Arafah"7&lt;br /&gt;6 HR. Bukhari, Muslim&lt;br /&gt;7 Hadits hasan, dikeluarkan oleh Ad-Darimi dalam 'Ar-Ra'du 'ala Jahmiyyah"&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;KESEPAKATAN SALAF TERHADAP RIWAYAT-RIWAYAT INI&lt;br /&gt;! Seorang lelaki dari bani Tamim yang bernama Shabigh datang ke Madinah, ia banyak&lt;br /&gt;memiliki kitab, namun sering bertanya-tanya tentang ayat-ayat mutasyabihat. Berita&lt;br /&gt;inpun sampai ketelinga Umar bin Khatab. Maka Shabigh dipanggil sedangkan Umar&lt;br /&gt;sudah menyiapkan pelepah kurma, ketika orang itu sudah menemuinya, ia pun duduk.&lt;br /&gt;Umar bertanya:"Siapa kamu?" lelaki itu menjawab:" Saya Shabigh". Umar kemudian&lt;br /&gt;berkata:"Saya Umar, hamba Allah". Umar lalu menghajar lelaki itu dengan pelepah&lt;br /&gt;kurma, sampai kepalanya mengeluarkan darah. Maka Shabigh berkata:"Cukup, wahai&lt;br /&gt;amiril Mukminin, Demi Allah, kini sudah hilang yang selama ini bersarang di kepalaku",&lt;br /&gt;kemudian Shabigh dikembalikan ke kaumnya dan Umar memerintahkan agar kaum&lt;br /&gt;muslimin tidak mengajaknya berbicara dengan Shabigh, sampai Shabigh benar-benar&lt;br /&gt;sembuh dari 'penyakit'. Setelah Shabigh benar-benar sembuh dari penyakit suka&lt;br /&gt;bertanya-tanya tentang ayat mutasyabihat, maka umar membolehkan kaum muslimin&lt;br /&gt;untuk bergaul dengan Shabigh.&lt;br /&gt;! Imam Syafi'i rahimahullah berkata:"Andaikata aku menemui Allah (mati) dengan&lt;br /&gt;membawa segala dosa selain syirik, lebih aku sukai daripada aku menjumpai Allah&lt;br /&gt;dengan membawa sedikit saja dari kebid'ahan8&lt;br /&gt;! Sufyan bin Uyainah menyatakan:"Segala sifat yang Allah sifatkan bagi diri-Nya di dalam&lt;br /&gt;Al-Qur'an, penafsirannya adalah baca dan diam" (dikeluarkan oleh Baihaqi dalam Al-&lt;br /&gt;I'tiqad)&lt;br /&gt;! Diriwayatkan dari sebagian ulama salaf bahwa mereka mengungkapkan :"Islam itu&lt;br /&gt;datang semata-mata ditegakkan diatas rasa pasrah (menerima)"&lt;br /&gt;! Rasulullah shallallahu wa 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya Islam ini dimulai&lt;br /&gt;dalam keadaan asing. Dan ia suatu saat akan kembali dianggap asing, maka&lt;br /&gt;beruntunglah orang-orang yang dianggap asing itu"&lt;br /&gt;! Abdul Qasim bin Sallam menyatakan:"Seorang pengikut sunnah, tak ubahnya orang&lt;br /&gt;yang menggenggam bara. Dan pada hari ini, bgiku ia lebih utama dari pada sabetan&lt;br /&gt;sebilah pedang di jalan Allah"(Dikeluarkan oleh Al-Khatib)&lt;br /&gt;! Ibnu Mas'ud menyatakan:"Wahai manusia, barangsiapa diantara kamu yang mengetahui&lt;br /&gt;sesuatu, maka ungkapkanlah. Dan barangsiapa yang tak mengetahui sesuatu maka&lt;br /&gt;hendaklah ia berkata wallahu a'lam. karena wallahu a'lam untuk sesuatu yang tidak&lt;br /&gt;8 Sanadnya shahih, dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;diketahui, itu termasuk ilmu. Allah azza wa jalla berfirman [artinya]: "Katakanlah&lt;br /&gt;[kepada manusia]:"Aku tidak meminta upah apapun kepadamu atas perbuatanku itu.&lt;br /&gt;Dan akupun bukan orang yang memaksakan diri untuk hal yang tidak&lt;br /&gt;diketahui"(Shaad:86) (Dikeluarkan oleh Al-Humaidi, Al-Bukhari, At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;KEBANGKITAN SESUDAH MATI&lt;br /&gt;! Orang-orang yang dalam ilmu agama dan sunnahnya meyakini adanya kebangkitan&lt;br /&gt;sesudah mati di hari kiamat, dan segala apa yang dikhabarkan oleh Allah dan Rasul-&lt;br /&gt;Nya shallallahu wa'alaihi wa sallam berupa suasana mencekam pada hari kiamat,&lt;br /&gt;beraneka ragam keadaan hamba dan makhluk ketika melihat dan menerima hasil&lt;br /&gt;perbuatannya. Bagaimana mereka menerima catatan amal apakah dengan tangan&lt;br /&gt;kanan atau tangan kiri, menjawab berbagai pertanyaan, serta kegoncangan yang&lt;br /&gt;dijanjikan Allah.&lt;br /&gt;Pada hari yang agung, dalam suasana yang mencekam dibentangan sirath,&lt;br /&gt;timbangan, catatan amal meskipun hanya sebutir dzarrah kebaikan dan lain&lt;br /&gt;sebagainya&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;SYAFA'AT&lt;br /&gt;! Orang-orang yang dalam ilmu agama dan sunnahnya meyakini adanya syafa'at Nabi&lt;br /&gt;untuk para pelaku dosa besar dari kalangan ahlu tauhid, dan yang melakukan dosa-dosa&lt;br /&gt;besar dikalangan mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits yang shahih&lt;br /&gt;dari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;! Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Syafa'atku diberikan bagi pelaku dosadosa&lt;br /&gt;besar dari kalangan umatku"9&lt;br /&gt;! Abu Hurairah pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam:"Yaa&lt;br /&gt;Rasulullah, siapakah yang paling senang mendapat syafa'atmu pada hari kiamat?" Beliau&lt;br /&gt;menjawab:"Aku mengira tak seorangpun yang menanyakan hal ini sebelum kamu, hal&lt;br /&gt;ini karena aku melihat kamu bersemangat dalam mencari hadits, 'Orang yang paling&lt;br /&gt;senang mendapat syafa'atku pada hari kiamat yaitu orang yang mengucapkan laila ha&lt;br /&gt;illallah dengan jujur dari sanubarinya"10&lt;br /&gt;9 Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya, dikatakan oleh Tirmidzi hadits ini hasan shahih&lt;br /&gt;10 HR. Bukhari, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Abi 'Ashim dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Ibnu Hajar mengomentari dalam Fathul Bari:"Ada yang dengan syafa'at itu tidak jadi dimasukkan ke neraka, ada&lt;br /&gt;yang menjadi masuk sorga tanpa hisab, ada yang derajat di surga dinaikkan&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;AL-HAUDH DAN TELAGA AL-KAUTSAR&lt;br /&gt;! Ashhabul Hadits mengimani adanya haudh dan Telaga Al-Kautsar, serta masuknya&lt;br /&gt;sebagian Ahlu Tauhid ke surga tanpa hisab, dan sebagian dari mereka dihisab dengan&lt;br /&gt;hisab yang ringan dan kemudian dimasukkan ke surga tanpa diadzab terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Dan sebagian lagi para pelaku dosa besar dilebur dalam neraka kemudian dibebaskan&lt;br /&gt;dan dikeluarkan darinya, kemudian digabungkan dengan saudara-saudaranya yang&lt;br /&gt;telah mendahului masuk surga, [dan Ashhabul Hadits menyakini bahwa yang berdosa&lt;br /&gt;besar dari kalangan Ahlu Tauhid] tidak kekal di neraka [dan tidak akan tinggal di neraka&lt;br /&gt;selama-lamanya]&lt;br /&gt;Adapun orang kafir akan kekal di neraka dan tidak akan keluar darinya selamalamanya.&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;KAUM MU'MININ MELIHAT ALLAH DI AKHIRAT&lt;br /&gt;! Ahlus Sunnah bersaksi bahwa kaum mukminin akan melihat Rabb mereka (pada hari&lt;br /&gt;kiamat) dengan mata kepala mereka, dan memandang-Nya sebagaimana dalam hadits&lt;br /&gt;shahih, Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Sungguh kalian akan melihat&lt;br /&gt;Rabb sebagaimana kalian melihat bulan purnama"&lt;br /&gt;keserupaan dalam hadits ini adalah cara melihatnya yang tidak mendapat kesulitan&lt;br /&gt;(berdesak-desakan), bukan bentuk yang dilihat (Allah dengan bulan purnama)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;MENGIMANI ADANYA SURGA DAN NERAKA, KEDUANYA ADALAH&lt;br /&gt;MAKHLUK&lt;br /&gt;! Ahlus Sunnah bersaksi (dan berkeyakinan) bahwa surga dan neraka adalah makhluk&lt;br /&gt;ciptaan Allah, dan keduanya kekal abadi-tidak akan musnah.&lt;br /&gt;Orang yang masuk surga tidak akan keluar darinya, demikian juga penduduk neraka&lt;br /&gt;(dari golongan kafir) yang pantas memasukinya dan diciptakan untuk memasukinya,&lt;br /&gt;mereka juga tidak akan keluar darinya.&lt;br /&gt;(kematian akan dipenggal dan disembelih dibatas antara surga dan neraka, lalu&lt;br /&gt;datanglah suara memanggil ...) pada hari itu:"Wahai penghuni surga, kekekalan bagimu&lt;br /&gt;dan tidak ada lagi kematian. Wahai penghuni neraka, kekekalan bagimu dan tidak ada&lt;br /&gt;lagi kematian." Demikian yang diriwayatkan dari hadits yang shahih dari Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu'alaihi wa sallam.11&lt;br /&gt;11 HR. Bukhari&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;IMAN MENCAKUP UCAPAN DAN PERBUATAN, BERTAMBAH DAN&lt;br /&gt;BERKURANG&lt;br /&gt;! Termasuk pemahaman Ahlu Hadits adalah meyakini bahwa iman adalah ucapan,&lt;br /&gt;perbuatan, dan ma'rifah, bisa berkurang karena kemaksiatan dan bertambah karena&lt;br /&gt;ketaatan.&lt;br /&gt;Sufyan bin Uyainah menyatakan:"Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan&lt;br /&gt;berkurang", maka saudaranya yang bernama Ibrahim bin Uyainah berkata:"Wahai Abu&lt;br /&gt;Muhammad, tadi kamu mengatakan iman bisa berkutang?!" Maka Sufyan bin Uyainah&lt;br /&gt;berkata:"Diam kamu 'anak kecil' Sungguh iman bisa berkurang hingga tidak tersisa&lt;br /&gt;sedikitpun."&lt;br /&gt;Ibnu Mubarak rahimahullah suatu ketika datang ke kota, salah sorang ahli ibadah tibatiba&lt;br /&gt;mendatanginya-yang diperkirangan berpemahaman khawarij-lalu ia bertanya&lt;br /&gt;kepada Ibnu Mubarak:"Wahai Abu Abdirrahman, apa pendapatmu terhadap seorang&lt;br /&gt;pezina, pencuri, dan peminum khamer", Beliaupun menjawab:"Aku tidak&lt;br /&gt;mengeluarkannya dari keimanan." maka laki-laki itu menukas:"Kamu sudah tua malah&lt;br /&gt;menjadi murji'ah", maka Ibnu Mubarak menjawab:"Tidak, justru kami bertentangan&lt;br /&gt;dengan murji'ah, Murji'ah menyatakan kebaikan kita pasti diterima, sedangkan&lt;br /&gt;kemaksiatan kita pasti diampuni". Seandainya aku (Ibnul Mubarak) tahu bahwa&lt;br /&gt;kebaikanku diterima, niscaya aku bersaksi bahwa aku masuk surga, kemudia ia menukil&lt;br /&gt;ucapan Umar bin Khatab:"Seandainya imannya Abu Bakar dibandingkan dengan&lt;br /&gt;imannya seluruh penduduk Bumi, niscaya imannya Abu Bakar lebih berat"&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;SEORANG MUSLIM TIDAK DIKAFIRKAN KARENA DOSA-DOSANYA&lt;br /&gt;! Ahlus Sunnah berkeyakinan bahwa seorang mukmin meskipun melakukan dosa-dosa&lt;br /&gt;kecil dan besar tidak bisa dikafirkan dengan semuanya itu. Meskipun dia meninggal&lt;br /&gt;dunia dalam keadaan belum taubat, selama masih dalam tauhid dan keikhlasan,&lt;br /&gt;urusannya terserah Allah.&lt;br /&gt;Jika Ia menghendaki, Ia akan mengampuni dan memasukkannya ke surga pada hari&lt;br /&gt;Kiamat dalam keadaan selamat, beruntung dan tidak disentuh oleh api neraka, tidak&lt;br /&gt;disiksa atas segala dosa yang pernah dilakukannya, ia biasakan dan terus&lt;br /&gt;menyelimutinya sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;Namun apabila Allah kehendaki, bisa saja Ia menyiksanya di neraka untuk sementara,&lt;br /&gt;namun adzab itu tidak kekal, bahkan akan dikeluarkan untuk dimasukkan ke tempat&lt;br /&gt;kenikmatan yang abadi (surga)&lt;br /&gt;! Guru kami (Al-Imam Abu Thayib) Sahal bin Muhammad (As-Sha'luki) rahimahullah&lt;br /&gt;berkata:"Seorang mukmin, walaupun disiksa di neraka, ia tidak akan dicampakkkan&lt;br /&gt;seperti dicampakkannya orang kafir. Ia pun tidak kekal seperti orang-orang kafir, dan ia&lt;br /&gt;tidak akan celaka seperti celakanya orang kafir"&lt;br /&gt;! Artinya, bahwa orang kafir akan diseret ke neraka dan dalam keadaan tersungkur&lt;br /&gt;wajahnya, dibelenggu, dibebani dengan beban yang berat. Sedangkan seorang mukmin&lt;br /&gt;yang dihukum di neraka, ia akan masuk seperti tahanan yang masuk penjara di dunia&lt;br /&gt;dengan berjalan, tanpa dijungkirbalikkan, atau dicampakkan seperti pada orang kafir.&lt;br /&gt;! Arti ucapan:"..dia tidak akan dicampakkan seperti orang kafir yaitu bahwa orang kafir&lt;br /&gt;dimasukkan seluruh tubuhnya ke neraka dan setiap kali kulitnya gosong, kemudian&lt;br /&gt;diganti dengan kulit yang baru, agar ia betul-betul merasakan siksa-Nya, sebagaimana&lt;br /&gt;diceritakan dalam Al-Qur'an:" Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat&lt;br /&gt;Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka&lt;br /&gt;hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan&lt;br /&gt;azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisaa:56)&lt;br /&gt;Adapun orang-orang beriman, wajah-wajah mereka tidak akan disentuh oleh api neraka,&lt;br /&gt;dan anggota sujud mereka juga tidak akan dibakar api neraka, karena Allah telah&lt;br /&gt;mengharamkan neraka untuk membakar anggota-anggota sujud12&lt;br /&gt;12 Dalilnya sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam:"Allah mengharamkan bagi api nereka untuk menjilat bekasbekas&lt;br /&gt;sujud."(HR. Bukhari) dan lainnya&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;! Arti ucapan beliau:"...mereka tidak akan kekal didalamnya seperti orang kafir...". Orangorang&lt;br /&gt;kafir kekal di neraka dan tidak akan dikeluarkan selama-lamanya, sedangkan&lt;br /&gt;pelaku dosa-dosa besar dikalangan mukminin tidak akan kekal di neraka (jika masuk).&lt;br /&gt;Makna ucapan beliau:"..tidak akan celaka seperti celakanya orang kafir..". Bahwasanya&lt;br /&gt;orang-orang kafir putus asa untuk mendapat rahmat Allah, mereka juga tidak&lt;br /&gt;mempunyai harapan sama sekali untuk senang. Adapun orang-orang yang beriman,&lt;br /&gt;mereka tidak putus-putusnya mengharap rahmat Allah disetiap keadaan. Karena pada&lt;br /&gt;akhirnya seorang mukmin akan masuk surga, karena mereka diciptakan untuk masuk&lt;br /&gt;surga dan surga diciptakan untuk menjadi miliknya, sebagai keutamaan dan karunia&lt;br /&gt;dari Allah azza wa jalla&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT DENGAN SENGAJA&lt;br /&gt;! Ulama Ahli Hadits berbeda pendapat mengenai orang yang meninggalkan shalat wajib&lt;br /&gt;dengan sengaja.&lt;br /&gt;Imam Ahmad dan banyak ulama salaf13 menganggap kafir orang tersebut dan&lt;br /&gt;mengeluarkannya dari Islam, berdasarkan hadits shahih bahwasanya Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Yang membatasi antara seorang hamba dan&lt;br /&gt;kemusyrikan adalah meninggalkan shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka dia&lt;br /&gt;telah kafir."14&lt;br /&gt;! Sementara Imam Syafi'i, para sahabatnya dan banyak ulama salaf menganggap orang&lt;br /&gt;tersebut belum kafir, selama masih meyakini kewajiban shalat tersebut. Akan tetapi&lt;br /&gt;mereka berpendapat bahwa orang tersebut harus dibunuh, sebagaimana dibunuhnya&lt;br /&gt;orang-orang murtad.&lt;br /&gt;Mereka menafsirkan sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam:"Barangsiapa yang&lt;br /&gt;meninggalkan shalat (dengan mengingkari kebajibannya) maka ia kafir"&lt;br /&gt;Hal itu sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;"..Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman&lt;br /&gt;kepada Allah, sedang mereka kafir (ingkar) kepada hari kemudian"(Yuusuf:37)&lt;br /&gt;Beliau (Yusuuf) meninggalkan mereka bukan karena tindakan yang belum jelas&lt;br /&gt;kekufurannya, namun karena mereka mengingkari (Allah dan hari akhir)&lt;br /&gt;13 Mereka diantaranya:Ishaq bin Rahawaih, Ibnul Mubarak, Ibrahim An-Nakha'i, Al-Hakam bin Utaibah, Ayyub&lt;br /&gt;As-Sakhtiyani, Abu Bakar bin Syaibah, Abu Khaitsamah, Zuhaeir bin Harab dan lainnya. Adapun dari kalangan&lt;br /&gt;Sahabat: Umar bin Khatab, Mu'adz bin Jabal, Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Jabir bin Abdullah, Abu Darda dan&lt;br /&gt;lainnya&lt;br /&gt;14 Dikeluarkan oleh Ibnu Nashar, Muslim, Ahmad dan lainnya&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;PERBUATAN HAMBA ADALAH CIPTAAN ALLAH&lt;br /&gt;! Termasuk diantara pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah keyakinan bahwa&lt;br /&gt;perbuatan hamba adalah makhluk (diciptakan oleh) Allah azza wa jalla.&lt;br /&gt;Mereka tidak ada yang membantah permasalahan ini, sebaliknya mereka mangannggap&lt;br /&gt;orang-orang yang mengingkari hal ini sebagai orang-orang yang menyimpang dari&lt;br /&gt;kebenaran dan petunjuk&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;HIDAYAH DATANGNYA DARI ALLAH&lt;br /&gt;! Mereka (Ashabul Hadits) bersaksi bahwa Allah ta'ala memberi petunjuk kepada siapa&lt;br /&gt;saja yang dikehendaki menuju Agama-Nya dan menyesatkan siapa saja yang&lt;br /&gt;dikehendaki untuk menjauhi Agama-Nya, namun bagi orang yang disesatkan-Nya tidak&lt;br /&gt;ada alasan (untuk bebas dari siksa-Nya).&lt;br /&gt;Allah berfirman:"Katakanlah:"Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika&lt;br /&gt;Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya". (Al-An'am:149)&lt;br /&gt;Allah berfirman:"Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiaptiap&lt;br /&gt;jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan)&lt;br /&gt;daripadaku; "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan&lt;br /&gt;manusia bersama-sama. (QS. 32:13)&lt;br /&gt;Allah juga berfirman:"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam&lt;br /&gt;kebanyakan dari jin dan manusia...(Al-A'raf:179)&lt;br /&gt;! Maha suci Allah yang telah menciptakan makhluk tanpa merasa butuh kepada mereka.&lt;br /&gt;Allah menciptakan mereka dalam 2 golongan.&lt;br /&gt;Satu golongan berhak masuk kedalam tempat kenikmatan sebagai keutamaan yang&lt;br /&gt;Allah berikan, dan golongan yang lain dimasukkan ke neraka sebagai keadilan.&lt;br /&gt;Allah menjadikan diantara mereka ada yang tersesat dan ada yang terbimbing, ada yang&lt;br /&gt;celaka dan ada yang bahagia. Ada yang dekat dengan rahmat-Nya dan ada yang jauh&lt;br /&gt;dari rahmat-Nya.&lt;br /&gt;Allah berfirman:"Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah&lt;br /&gt;yang akan ditanyai. (Al-Anbiya':23)&lt;br /&gt;Allah berfirman:"Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha&lt;br /&gt;suci Allah, Rabb semesta alam. (Al-A'raf:54)&lt;br /&gt;! Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya bakal penciptaan&lt;br /&gt;seseorang diantara kamu dikumpulkan dalam perut ibunya dalam 40 hari berupa&lt;br /&gt;nutfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari), kemudian menjadi&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;segumpal daging selama itu juga. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk&lt;br /&gt;menetapkan 4 perkara : rizkinya, ajalnya, amal perbuatannya, ia celaka atau bahagia.&lt;br /&gt;Maka demi Allah yang tiada tiada Tuhan selain Dia, sungguh seorang diantara kamu&lt;br /&gt;ada yang melakukan amalan ahli syurga hingga tidak ada diantara dia dan syurga itu&lt;br /&gt;kecuali sehasta saja, kemudian dia didahului oleh taqdir Allah, lalu ia melakukan amalan&lt;br /&gt;ahli neraka, maka ia pun masuk neraka.&lt;br /&gt;Dan sungguh salah seorang diantara kamu melakukan amalan-amalan ahli neraka,&lt;br /&gt;sehingga tidak ada anatara dia dan neraka kecuali sehasta saja, maka ia didahului oleh&lt;br /&gt;takdir Allah, lalu ia melakukan amalan ahli syurga, maka ia pun masuk syurga" 15&lt;br /&gt;15 HR.Bukhari, Muslim dan lainnya&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;KEBAIKAN DAN KEJELEKAN&lt;br /&gt;! Ahlus Sunnah bersaksi dan berkeyakinan bahwa kebaikan dan kejelekan, manfa'at dan&lt;br /&gt;mudzarat (kejadian yang manis maupun yang pahit) semuanya dari takdir dan&lt;br /&gt;ketentuan Allah ta'ala, tidak ada yang mampu mencegahnya, menyimpangkannya atau&lt;br /&gt;menjauhkannya.&lt;br /&gt;Seseorang tidak akan tertimpa suatu musibah melainkan apa yang telah ditakdirkan.&lt;br /&gt;Meskipun seluruh makhluk berusaha keras untuk menolong orang tersebut, akan tetapi&lt;br /&gt;Allah menakdirkan untuk tertimpa musibah maka usaha tersebut tidak berhasil.&lt;br /&gt;Demikian juga meskipun seluruh makhluk berusaha untuk mencelakakan dirinya akan&lt;br /&gt;tetapi orang tersebut tidak ditakdirkan celaka, maka usaha tersebut tidak akan berhasil,&lt;br /&gt;hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas radiallahu'anhu.16&lt;br /&gt;! Allah berfirman:"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak&lt;br /&gt;ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan&lt;br /&gt;bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya.."(Yuunus:107)&lt;br /&gt;! Termasuk dari pemahaman dan manhaj Ahlus Sunnah-selain keyakinan mereka bahwa&lt;br /&gt;kebaikan dan kejelekan semuanya dari takdir Allah-mereka juga menetapkan bahwa&lt;br /&gt;tidak diperkenankan menyadarkan kepada Allah apa-apa yang berkesan negatif bila&lt;br /&gt;diucapkan secara terpisah. Tidak boleh dikatakan, misalnya: Allah itu pencipta monyet,&lt;br /&gt;babi, kumbang kelapa dan jangkrik, meskipun kita tahu tidak ada makhluk yang tidak&lt;br /&gt;diciptakan oleh Allah. Dalam hal ini terdapat hadits tentang do'a istiftah:"Sungguh Maha&lt;br /&gt;Suci dan Maha Tinggi Engkau ya Allah, kebaikan seluruhnya di keduatangan-Mu dan&lt;br /&gt;kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu"17&lt;br /&gt;Maksudnya, wallahu a'lam, kejelekan tidak termasuk yang bisa disandarkan kepada&lt;br /&gt;Allah secara terpisah, seperti:"Wahai Pencipta keburukan, atau wahai yang menakdirkan&lt;br /&gt;kejelekan". Meskipun benar bahwasanya Dia-lah yang menciptkan dan menakdirkan&lt;br /&gt;kejelekan tersebut.&lt;br /&gt;16 Yakni sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam:"Ketahuilah, bahwa seseungguhnya seandainya bersatu&lt;br /&gt;umat manusia untuk memberikan manfa'at padamu dengan sesuatu, niscaya tiadalah mereka dapat&lt;br /&gt;melakukannya kecuali dengan sesuatu yang ditakdirkan Allah kepadamu, dan seandainya mereka bersatu untuk&lt;br /&gt;mencelakakan kamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakan kamu kecuali dengan&lt;br /&gt;sesuatu yang telah Allah takdirkan kepadamu. Telah diangkat pena (untuk menulis takdir) dan telah kering&lt;br /&gt;lembaran-lembaran itu (HR. Turmudzi dll dan dikatakan hasan shahih)&lt;br /&gt;17 Dikeluarkan oleh:Ahmad, Muslim dan lainnya&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;Oleh karena itu Nabi Khidir 'alaihissalam menyandarkan kehendak untuk merusak&lt;br /&gt;perahu kepada dirinya sendiri, seperti dikisahkan dalam Al-Qur'an:"Adapun kapal itu&lt;br /&gt;kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku hendak merusakkan kapal&lt;br /&gt;itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap kapal. (Al-&lt;br /&gt;Kahfi:79)&lt;br /&gt;Namun ketika beliau menyebutkan kebaikan, kebajikan, dan rahmat, beliau&lt;br /&gt;menyandarkan kehendaknya kepada Allah, Allah ta'ala berfirman:"..maka Rabbmu&lt;br /&gt;menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan&lt;br /&gt;simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabbmu.."(Al-Kahfi:82)&lt;br /&gt;Allah juga memberitakan tentang diri Ibrahim 'alaihissalam dalam firman-Nya:"dan&lt;br /&gt;apabila aku sakit. Dialah Yang menyembuhkan aku, (Asy-Syu'ara:80)&lt;br /&gt;Beliau menyandarkan sakit kepada dirinya sendiri dan menyandarkan kesembuhan&lt;br /&gt;kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Meskipun keduanya datangnya dari Allah Yang&lt;br /&gt;Maha Mulia&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;26&lt;br /&gt;KEHENDAK ALLAH AZZA WA JALLA&lt;br /&gt;! Demikian juga termasuk madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah, bahwa Allah azza wa&lt;br /&gt;jalla berkehendak atas semua amal perbuatan hamba-hamba-Nya, yang baik maupun&lt;br /&gt;yang jelek.&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun yang beriman kecuali dengan kehendak-Nya. Dan tidak ada&lt;br /&gt;seorangpun yang kafir kecuali dengan kehendak-Nya. Jika Allah menhendaki, niscaya&lt;br /&gt;Allah jadikan mereka satu umat, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;"Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi&lt;br /&gt;seluruhnya.."(Yuunus:99)&lt;br /&gt;Kalau Allah menghendaki untuk tidak terjadi kemaksiatan, Allah tidak ciptakan Iblis.&lt;br /&gt;Maka kekufuran orang yang kafir, keimanan orang yang beriman, (keingkaran orang&lt;br /&gt;atheis, tauhidnya ahli tauhid, ketaatan orang yang taat, dan kemaksiatan orang yang&lt;br /&gt;bermaksiat) semuanya terjadi kerena ketentuan, takdir, keinginan dan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;Dan Allah menghendaki semuanya itu dan menakdirkannya. Namum Allah meridhai&lt;br /&gt;keimanan dan membenci kekufuran dan kemaksiatan. Allah berfirman:"Jika kamu kafir&lt;br /&gt;maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai&lt;br /&gt;kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu&lt;br /&gt;kesyukuranmu itu."(Az-Zumaar:7)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;27&lt;br /&gt;HASIL AKHIR KEHIDUPAN PARA HAMA ADALAH HAL GHAIB&lt;br /&gt;! Ahlus Sunnah bersaksi dan berkeyakinan bahwa hasil akhir kehidupan para hamba&lt;br /&gt;adalah hal yang ghaib. Seseorang tidak mengetahui bagaimana ia mengakhiri hidupnya.&lt;br /&gt;Mereka tidak menghukumi seseorang bahwa dia calon penghuni syurga atau calon&lt;br /&gt;penghuni nereka, kerena hal itu merupakan perihal ghaib.&lt;br /&gt;Mereka tidak mengetahui dengan apa mereka mengakhiri hidupnya (apakah dengan&lt;br /&gt;keimanan atau dengan kekufuran).&lt;br /&gt;Oleh karena itu mereka mengatakan:"Mukmin insya-Allah" (artinya: termasuk dari&lt;br /&gt;mukminin yang mengakhiri hidupnya dengan kebaikan, insya-Allah)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;28&lt;br /&gt;PERSAKSIAN TERHADAP ORANG YANG MATI&lt;br /&gt;DENGAN KEYAKINAN YANG DIBAWANYA&lt;br /&gt;! Ahlus Sunnah bersaksi atas orang yang mati dalam keadaan Islam akan masuk syurga.&lt;br /&gt;Dan jika ia ditakdirkan oleh Allah untuk disiksa terlebih dahulu di dalam neraka karena&lt;br /&gt;perbuatan dosa-dosanya yang belum bertaubat, maka adzab itu tidak kekal, pada&lt;br /&gt;akhirnya Allah akan masukkan dia ke Syurga. Tidak ada seorangpun dari muslimin&lt;br /&gt;yang akan kekal di neraka sebagai keutamaan dari Allah.&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir-Wal 'iyadzu Billah-, maka tempat&lt;br /&gt;kembalinya adalah neraka dan akan kekal didalamnya.&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;29&lt;br /&gt;MEREKA YANG MENDAPAT KABAR GEMBIRA MASUK SYURGA&lt;br /&gt;! Dari kalangan sahabat yang mendapat kabar gembira (dengan disebutkan namanya),&lt;br /&gt;maka Ashabul Hadits mengakui hal itu dan membenarkannya atas berita itu dan janji&lt;br /&gt;tersebut, Karena beliau tidak akan mempersaksikan hal itu kecuali setelah&lt;br /&gt;mengetahuinya.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala memberitahu sebagian ilmu ghaib yang&lt;br /&gt;dikehendakinya, sebagaimana firman Allah:"&lt;br /&gt;"(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak&lt;br /&gt;memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada&lt;br /&gt;rasul yang diridhai-Nya.."(Al-Jinn:26-27)&lt;br /&gt;! Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam telah memberi kabar gembira kepada sepuluh&lt;br /&gt;orang sahabatnya untuk masuk surga, mereka adalah: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali,&lt;br /&gt;Thalhah, Zubeir, Abdurrahman bin 'Auf, Sa'ad bin Abi Waqqas, Sa'id (bin Zaid ), dan&lt;br /&gt;Abu Ubadah bin Jarrah18&lt;br /&gt;! Demikian pula Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Tsabit&lt;br /&gt;bin Qis bin Syammas:"Kamu termasuk ahli syurga"&lt;br /&gt;18 Hadits yang diriwayatkan oleh Sa'id bin Zaid secara marfu'&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;SAHABAT-SAHABAT YANG PALING UTAMA DAN MASA KEKALIFAHANNYA&lt;br /&gt;! Ahlus Sunnah juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa sahabat Rasulullah yang paling&lt;br /&gt;utama adalah: Abu Bakar, kemudian Umar, Kemudian Utsman, Kemudian Ali.&lt;br /&gt;Mereka adalah para khalifah yang mendapat petunjuk, yang kekhalifahan mereka&lt;br /&gt;diberitakan oleh Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dengan sabdanya:"Kekhalifannya&lt;br /&gt;sesudah berlangsung selama tiga puluh tahun"&lt;br /&gt;[Kemudian beliau menambahkan: Abu Bakar memegang pemerintahan selama 2 tahun,&lt;br /&gt;Umar, 10 tahun, Utsman 12 tahun dan Ali 6 tahun]19&lt;br /&gt;Setelah masa pemerintahan mereka, urusan dikuasai oleh penguasa-penguasa yang&lt;br /&gt;jahat sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.20&lt;br /&gt;! Ash Habul Hadits menetapkan kekhalifahan Abu Bakar radhiallahu'anhu setelah&lt;br /&gt;kematian Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam berdasarkan pemilihan, kesepakatan&lt;br /&gt;dan pendapat mereka kompak.&lt;br /&gt;Mereka menyatakan:"Kalau Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam telah meridhai Abu&lt;br /&gt;Bakar untuk urusan agama maka kami ridha kalau Abu Bakar mengurusi permasalahan&lt;br /&gt;dunia bagi kami"&lt;br /&gt;[Yakni Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam mengambil pengganti untuk mengimami&lt;br /&gt;manusia dalam shalat fardhu ketika Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam sakit dan ini&lt;br /&gt;merupakan urusan agama, maka kami ridha Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu'alaihi wa sallam dalam urusan dunia kami]&lt;br /&gt;! Kemudian Kekhalifahan Umar bin Khatab dengan dipilih oleh Abu Bakar yang&lt;br /&gt;kemudian disepakati oleh para Sahabat yang lain. Dan dengan kekhalifahannya itu&lt;br /&gt;Allah merealisasikan janji-Nya untuk meninggikan dan mengagungkan syi'ar Islam.&lt;br /&gt;! Kemudian Kekhalifahan Utsman bin Affan melalui ijma' majelis syura dan ijma para&lt;br /&gt;sahabat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;! Kemudian kekhalifahan 'Ali dengan dibaiat oleh para sahabat, setelah melihat bahwa&lt;br /&gt;'Alilah yang paling berhak dan paling mulia pada masa itu untuk memegang&lt;br /&gt;kekhalifahan dan tidak membolehkan tindakan menentang dan menyelisihi&lt;br /&gt;pemerintahan beliau.&lt;br /&gt;19 Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan lainnya, dihasankan oleh Ibnu Abi 'Ashim&lt;br /&gt;20 Diriwayatkan oleh Ahmad dan lainnya dengan sanad hasan&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;31&lt;br /&gt;! Mereka adalah empat Khulafa Rasyidin yang dengannya Allah memenangkan agama-&lt;br /&gt;Nya, mengalahkan orang-orang kafir, dan kedudukan Islam menjadi kokoh.&lt;br /&gt;Allah berfirman:"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara&lt;br /&gt;kamu dan beramal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka&lt;br /&gt;berkuasa di Bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka, dan&lt;br /&gt;sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk&lt;br /&gt;mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka berada&lt;br /&gt;dalam ketakutan menjadi aman sentausa.."(An-Nuur:55)&lt;br /&gt;Allah juga berfirman:"...dan orang-orang yang bersama dia (Rasulullah) adalah keras&lt;br /&gt;terhadap orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka.."&lt;br /&gt;sampai firman-Nya:"..yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas&lt;br /&gt;itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas&lt;br /&gt;pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak&lt;br /&gt;membuat jengkel hati orang-orang kafir..."(Al-Fath:29)&lt;br /&gt;! Maka barangsiapa yang mencintai mereka, berwala kepada mereka, mendoakan mereka,&lt;br /&gt;memelihara hak mereka dan mengakui keutamaan mereka, maka ia termasuk orangorang&lt;br /&gt;yang menang. Sebaliknya, barangsiapa yang membenci mereka, mencaci mereka,&lt;br /&gt;menuduh kepada mereka seperti yang dituduhkan oleh orang-orang Rafidhah (syiah&lt;br /&gt;imamiah) dan khawarij dan khawarij yang semoga Allah melaknat mereka, maka ia&lt;br /&gt;termasuk orang-orang yang binasa.&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;32&lt;br /&gt;SHALAT DI BELAKANG (PEMERINTAH) YANG SHALIH MAUPUN FAJIR,&lt;br /&gt;SERTA BERJIHAD BERSAMA MEREKA&lt;br /&gt;! Ashabul Hadits berpendapat seharusnya melaksanakan shalat Jum'at, shalat 'Ied dan&lt;br /&gt;selain keduanya dibelakang imam muslimin baik dia shalih maupun fajir.&lt;br /&gt;! Mereka juga berpendapat bahwa berjihad melawan orang-orang kafir itu bersama-sama&lt;br /&gt;pemerintah meskipun mereka zhalim dan fasiq.&lt;br /&gt;! Mereka juga menganjurkan untuk mendo'akan mereka agar menjadi baik dan mendapat&lt;br /&gt;hidayah (serta menebarkan keadilan dalam masyarakat)&lt;br /&gt;! Mereka juga tidak membolehkan untuk memberontak kepada pemimpin-pemimpin&lt;br /&gt;fasiq tersebut, meskipun mereka menyaksikan penyimpangan pemerintah dari konsep&lt;br /&gt;keadilan dan menggantinya dengan diktatorisme dan penindasan.&lt;br /&gt;! Mereka juga berpendapat untuk memerangi para pemberontak sampai orang-orang itu&lt;br /&gt;kembali taat kepada pemerintah.&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;33&lt;br /&gt;SIKAP MEREKA TERHADAP PARA SAHABAT&lt;br /&gt;! Mereka berpendapat untuk menahan diri [untuk membicarakan] dalam perselisihan&lt;br /&gt;yang terjadi dikalangan sahabat. Memelihara lisan mereka untuk tidak mengucapkan&lt;br /&gt;kata-kata yang berkesan mendiskreditkan dan merendahkan para sahabat.&lt;br /&gt;! Ashabul Hadits berpendapat, seharusnya mencitai mereka dan berwala kepada mereka&lt;br /&gt;secara keseluruhan. Demikian juga mereka menganggap wajib untuk memuliakan para&lt;br /&gt;istri-istri beliau radhiallahu'anhunna, mendoakan mereka, mengakui keutamaan mereka&lt;br /&gt;dan mengakui juga mereka (istri-istri Nabi) sebagai ibu-ibu kaum muslimin&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;34&lt;br /&gt;SESEORANG MASUK SURGA BUKAN KARENA AMALNYA&lt;br /&gt;! Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa seseorang tidak bisa dipastikan masuk&lt;br /&gt;surga-walaupun ia telah melakukan amalan-amalan yang baik.[ibadahnya nampak&lt;br /&gt;ikhlas, dan ketaatannya demikian tinggi] dan jalan kehidupannya pantas untuk&lt;br /&gt;diteladani- kecuali jika diijinkan oleh Allah, sebagai keutamaan yang diberikan&lt;br /&gt;kepadanya. Maka dengan keutamaan dan karunia-Nya itu ia masuk surga.&lt;br /&gt;Karena amal baik yang ia lakukan tidaklah dapat dilakukan dengan mudah kecuali&lt;br /&gt;karena kemudahan dari Allah. Jika Allah tidak memberi kemudahan [niscaya ia tidak&lt;br /&gt;dapat melakukannya. Dan jika Allah tidak mengarunianya hidayah] niscaya ia tidak&lt;br /&gt;mendapat hidayah selama-lamanya, [meskipun ia telah berupaya keras]. Hal ini&lt;br /&gt;sebagaimana firman Allah ta'ala:"...Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan&lt;br /&gt;rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji&lt;br /&gt;dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang&lt;br /&gt;dikehendaki..."(An-Nuur:21)&lt;br /&gt;Allah juga berfirman memberitakan tentang penduduk surga:"..Dan mereka&lt;br /&gt;berkata:"segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini, dan kami&lt;br /&gt;sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami&lt;br /&gt;petunjuk.."(Al-A'raaf:43)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;35&lt;br /&gt;SETIAP MAKHLUK TELAH DITENTUKAN AJALNYA&lt;br /&gt;! Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa Allah azza wa jalla telah menentukan&lt;br /&gt;batas akhir kehidupan bagi setiap makhluk.&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap jiwa itu tidak akan mati kecuali dengan ijin Allah dan takdir dari-&lt;br /&gt;Nya.Apabila sudah ditakdirkan waktunya mati, maka tidak ada pilihan lagi kecuali&lt;br /&gt;mati. Tidak bergeser sedikitpun. Allah berfirman:"Tiap-tiap umat mempunyai batas&lt;br /&gt;waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya&lt;br /&gt;barang sesaatpun dan tidak pula memajukannya"(Al-A'raaf:34)&lt;br /&gt;Allah juga berfirman:"Setiap yang yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan ijin&lt;br /&gt;Allah sebagai ketentuan yang telah ditetapkan waktunya."(Ali-Imran:145)&lt;br /&gt;! Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa siapa yang mati atau terbunuh, maka hal&lt;br /&gt;itu merupakan takdir. Allah berfirman:"Katakanlah:"Sekiranya kamu berada&lt;br /&gt;dirumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar&lt;br /&gt;(juga) ketempat mereka terbunuh..."(Ali-'Imran:154)&lt;br /&gt;Allah juga berfirman:"Dimanapun kamu berada, kematian akan menemuimu, walaupun&lt;br /&gt;kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..."(An-Nisaa:78)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;36&lt;br /&gt;GODAAN SYAITAN&lt;br /&gt;! Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa Allah subhanu wa ta'ala telah&lt;br /&gt;menciptakan syaitan yang akan menggoda umat manusia, agar mereka tergelincir, maka&lt;br /&gt;syaitan-syaitan itu terus mengawasi mereka, Allah berfirman:"..Sesungguhnya syaitan&lt;br /&gt;itu membisikan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu&lt;br /&gt;menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musrik.."(Al-&lt;br /&gt;An'am:121)&lt;br /&gt;! Allah dapat memberi kuasa atas diri mereka (syaitan) untuk menggoda siapa saja yang&lt;br /&gt;Allah kehendaki. Namun Allah juga menjaga siapa saja yang dikehendaki dari tipu daya&lt;br /&gt;mereka, Allah berfirman:"Sesungguhnya syaitan itu tidak mempunyai kekuasaan atas&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah, Sesungguhnya kekuasaanya&lt;br /&gt;(syaitan) itu hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya menjadi pemimpin dan atas&lt;br /&gt;orang-orang yang menyekutukan Allah."(An-Nahl:99-100)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;37&lt;br /&gt;SIHIR DAN TUKANG SIHIR&lt;br /&gt;! Mereka (Ashabul Hadits) juga berkeyakinan bahwa di dunia ini memang ada sihir dan&lt;br /&gt;tukang sihir, akan tetapi tukang sihir tersebut tidak dapat mencelakakan seseorang&lt;br /&gt;kecuali dengan ijin Allah azza wa jalla, sebagaimana firman Allah ta'ala:"Dan mereka&lt;br /&gt;(tukang sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali&lt;br /&gt;dengan ijin Allah .."(Al-Baqarah:102)&lt;br /&gt;! Barangsiapa yang menjadi penyihir atau menggunakan jasa sihir, sementara ia&lt;br /&gt;berkeyakinan bahwa sihir bisa memberi manfaat atau memberi mudharat tanpa ijin&lt;br /&gt;Allah, maka ia telah kafir kepada Allah ta'ala.&lt;br /&gt;! Apabila seseorang telah melakukan hal-hal yang secara dzahir dapat membuatnya kafir&lt;br /&gt;itu, maka ia harus dipaksa untuk bertaubat, kalau enggan dipenggal lehernya (oleh&lt;br /&gt;penguasa muslim).&lt;br /&gt;Namun apabila ia hanya melakukan perkara sihir yang tidak sampai&lt;br /&gt;mengkufurkan dirinya, atau misalnya mengucapkan sesuatu yang dia sendiri&lt;br /&gt;tidak memahaminya, maka cukup dicegah saja. Kalau enggan, bisa diberikan&lt;br /&gt;hukuman cambuk.&lt;br /&gt;! Apabila seseorang berpendapat bahwa sihir itu tidaklah haram, bahkan meyakininya&lt;br /&gt;boleh-boleh saja, maka orang itu harus dibunuh karena ia telah membolehkan apa yang&lt;br /&gt;telah menjadi kesepakatan umat Islam bahwa sihir itu haram.&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;38&lt;br /&gt;ADAB DAN PERILAKU ASHABUL HADITS&lt;br /&gt;! Mereka (Ashabul Hadits) mengharamkan minuman yang memabukkan yang diproses&lt;br /&gt;baik dari anggur, korma, madu, jagung dan lain sebagainya yang memabukkan, mereka&lt;br /&gt;mengharamkannya baik sedikit maupun banyak.21&lt;br /&gt;Mereka menghindarinya dan mengharuskan bagi yang mengkonsumsinya untuk&lt;br /&gt;dihukum.&lt;br /&gt;! Mereka berpendapat seharusnya bersegera menunaikan shalat lima waktu, dan&lt;br /&gt;melakukan diawal waktu lebih utama dari pada di akhir waktu. Hal demikian untuk&lt;br /&gt;mendapatkan pahala yang lebih besar yang telah dijanjikan.&lt;br /&gt;! Mereka juga mewajibkan ma'mum untuk membaca Al-Fatihah dibelakang imam22&lt;br /&gt;! Mereka memerintahkan untuk menyempurnakan ruku', sujud, serta mewajibkannya.&lt;br /&gt;Mereka berpendapat bahwa kesempurnaan ruku' diantaranya dengan adanya&lt;br /&gt;tu'maninah dan menegakkan punggung ketika bangkit dari ruku' yang disertai juga&lt;br /&gt;dengan tu'maninah. Demikian juga ketika bangkit dari sujud, duduk diantara 2 sujud,&lt;br /&gt;semuanya itu dengan tu'maninah. Mereka berpendapat semuanya itu sebagai rukun&lt;br /&gt;sahnya shalat.&lt;br /&gt;! Mereka saling menganjurkan untuk melakukan shalat malam setelah tidur,&lt;br /&gt;menyambung tali silaturahmi, menebarkan salam, memberi makan fakir miskin,&lt;br /&gt;menyayangi anak-anak yatim dan memperhatikan urusan kaum muslimin. Dan menjaga&lt;br /&gt;kehalalan makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan aktifitas lainnya.&lt;br /&gt;! Mereka juga menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, bersegara melakukan kebajikan&lt;br /&gt;sebanyak-banyaknya, [hati-hati terhadap akibat sifat ketamakan, saling menganjurkan&lt;br /&gt;untuk istiqamah diatas kebenaran dan bersabar], saling mencintai dan benci karena&lt;br /&gt;21 Hal ini sebagaimana hadits Nabi:"Setiap yang memabukkan adalah khamer, dan setiap khamer adalah&lt;br /&gt;haram."(HR.Ahmad. Muslim dll). Dan Sabda Nabi:"Setiap yang memabukkan dalam jumlah yang banyak, maka&lt;br /&gt;dalam jumlah sedikit juga haram."(HRAhmad, Abu Daud dll, hadits hasan)&lt;br /&gt;22 Hal ini berdasarkan hadits:"Tidak ada shalat (tidak sah) bagi yang tidak membaca Al-Fatihah." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;Namun kewajiban membaca Al-Fatihah ini berlaku ketika shalat sirriyah (yang bacaan imam tidak dikeraskan,&lt;br /&gt;seperti: Dzuhur, Ashar). Adapun shalat jahriyah (yang bacaan imam dikeraskan, seperti: Subuh, Maghrib, 'Isya)&lt;br /&gt;maka cukup dengan mendengarkan bacaan imam. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"&lt;br /&gt;Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti, apabila ia bertakbir maka betakbirlah, dan apabila ia membaca&lt;br /&gt;qiraat maka dengarkanlah."(HR. Abu Daud, Muslim dan lainnya). Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga&lt;br /&gt;bersabda:"Barangsiapa yang mempunyai imam maka bacaan imam adalah bacaan baginya."(HR. Ibnu Abi&lt;br /&gt;Syaibah, Abu Daud dan lainnya). Hal ini dijelaskan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albany dalam 'Sifat Shalat Nabi".&lt;br /&gt;wallahu a'lam&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;39&lt;br /&gt;agama. Mereka juga menghindari perdebatan, mereka menghindari ahli bid'ah dan&lt;br /&gt;kesesatan dan memusuhi ashabul ahwa dan orang-orang yang berkata tanpa ilmu.&lt;br /&gt;! Mereka mengikuti jejak Nabi, para sahabatnya serta para ulama salafaus shalih.&lt;br /&gt;! Mereka membenci ahli bid'ah yang mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama,&lt;br /&gt;tidak mencintai dan bersahabat dengan mereka, tidak mendengarkan ucapan-ucapan&lt;br /&gt;mereka, duduk dimajelis mereka, berdebat dengan mereka serta bertukan pikiran&lt;br /&gt;dengan mereka.&lt;br /&gt;Mereka menjaga telinga-telinga mereka dari mendengarkan ucapan-ucapan ahli bid'ah&lt;br /&gt;walaupun sepertinya selintas namun bisa menimbulkan keraguan dan merusak&lt;br /&gt;pemahaman. Allah telah mengingatkan dalam firmannya:"Dan apabila kamu melihat&lt;br /&gt;orang-orang yang memperolok-olokan ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga&lt;br /&gt;mereka mereka membicarakan pembicaraan yang lain"(Al-An'am)&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;40&lt;br /&gt;CIRI-CIRI AHLI BID'AH&lt;br /&gt;! Ciri-ciri ahli bid'ah sangat jelas dan terang, yang paling menonjol diantaranya: kebencian&lt;br /&gt;mereka kepada para pembawa riwayat hadits, merendahkannya, dan menggelarinya&lt;br /&gt;dengan: penghafal catatan kaki, orang-orang dungu, orang-orang tekstual atau&lt;br /&gt;musyabihah (orang-orang yang menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk). Mereka&lt;br /&gt;meyakini adanya makna bathin dari hadits-hadits Nabi shallallahu'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;sehingga mereka menafsirkan hanya dengan otak mereka yang telah dirusak oleh&lt;br /&gt;syaitan, hati nurani mereka teleh rusak, dan argumentasi dan pemikiran mereka sangat&lt;br /&gt;rancu dan berantakan. Allah berfirman:"Mereka itulah orang-orang yang dilaknati oleh&lt;br /&gt;Allah dan ditulikan telinganya dan dibutakan penglihatan mereka."(Muhammad:23)&lt;br /&gt;! Ahmad bin Sinan Al-Qaththan berkata:"Di kolong langit ini, tidak seorangpun ahli&lt;br /&gt;bid'ah yang tidak membenci ahli hadits, karena ketika orang itu telah berbuat bid'ah&lt;br /&gt;maka ia akan kehilangan kemanisan ilmu hadits dalam hatinya"&lt;br /&gt;! Abu Hatim Muhammad bin Idris Al-Hanzali Ar-Razi berkata:"Ciri-ciri ahli bid'ah yaitu&lt;br /&gt;suka mengolok-olok ahlu atsar (ahli hadits), dan termasuk ciri-ciri orang zindiq&lt;br /&gt;(munafiq) yaitu suka menggelari ahli atsar sebagai penghafal catatan kaki, yang mereka&lt;br /&gt;inginkan adalah membatalkan atsar sebagai sumber hukum.&lt;br /&gt;Termasuk ciri-ciri qadariyah (orang-orang yang mengingkari adanya takdir) adalah&lt;br /&gt;menggelari ahlus sunnah dengan jabariyah (orang-orang yang bergantung kepada&lt;br /&gt;takdir dan meninggalkan usaha).&lt;br /&gt;Diantara ciri-ciri jahmiyyah (orang-orang yang mengingkari nama-nama dan sifat Allah)&lt;br /&gt;adalah menggelari ahlus sunnah dengan sebutan musyabihah (orang-orang yang&lt;br /&gt;menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk)&lt;br /&gt;Diantara ciri-ciri rafidhah (syiah) adalah menggelari ahlus sunnah dengan sebutan&lt;br /&gt;nabithah dan nashibah (orang-orang yang membenci ahli bait).&lt;br /&gt;Abu 'Utsman berkata:" Saya melihat bahwa ahli bid'ah yang menggelari ahlus sunnah&lt;br /&gt;[namun dengan karunia dari Allah, tuduhan tersebut tidaklah benar dan tidak pantas&lt;br /&gt;disandarkan kepada ahlus sunnah] mereka (ahli bid'ah) mengikuti jalannya musrikin&lt;br /&gt;[semoga Allah melaknat mereka] yang menggelari Rasulullah shallallahu'alaihi wa&lt;br /&gt;sallam dengan gelar-gelar yang tidak pantas. Diantaranya ada yang menggelari&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam sebagai tukang sihir, dukun, ahli sya'ir, orang&lt;br /&gt;gila, orang kesurupan, pembohong, tukang nyleneh dan lain sebagainya. Padahal Nabi&lt;br /&gt;shallallahu'alaihi wa sallam sangat jauh dari semua 'aib tersebut. Beliau adalah Nabi dan&lt;br /&gt;Rasul yang terpilih. Allah berfirman:"Perhatikanlah,bagaimana mereka membuat&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;41&lt;br /&gt;perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup&lt;br /&gt;(mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu)."(Al-Furqan:9)&lt;br /&gt;! Demikian juga halnya dengan ahlu hadits yang diberi gelar-gelar buruk oleh ahli bid'ah,&lt;br /&gt;padahal ahlu hadits sangat jauh dan bersih dari celaan tersebut. Ahlu hadits adalah&lt;br /&gt;orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah yang bersih, sistem kehidupan yang&lt;br /&gt;diridhai oleh Allah ta'ala, jalan-jalan yang lurus dan hujjah yang kokoh.&lt;br /&gt;Allah telah menganugrahi ahlu hadits untuk dapat meneladani apa yang terdapat&lt;br /&gt;dalam kitab-Nya, wahyu-Nya dan firman-Nya, meneladani Rasul-Nya dalam&lt;br /&gt;setiap hadits dimana Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam memerintahkan&lt;br /&gt;umatnya untuk berlaku baik, dalam ucapan dan perbuatan serta mencegah&lt;br /&gt;mereka untuk berbuat kemungkaran.&lt;br /&gt;Allah juga menolong ahlu hadits untuk dapat berpegang teguh dengan sistem&lt;br /&gt;kehidupan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi&lt;br /&gt;shallallahu'alaihi wa sallam. Maka Allah-pun menjadikan mereka sebagai pengikut&lt;br /&gt;wali-wali yang terdekat. Allah juga melapangkan dada mereka untuk mencintai beliau,&lt;br /&gt;mencintai para ulama-ulama umat. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;bersabda:"Seseorang akan bersama orang yang dicintainya."23&lt;br /&gt;23 HR. Bukhari, Ahmad dan lainnya&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;42&lt;br /&gt;CIRI-CIRI AHLUS SUNNAH&lt;br /&gt;! Salah satu ciri ahlus sunnah adalah kecintaan mereka terhadap imam-imam sunnah dan&lt;br /&gt;ulamanya dan para penolongnya dan para walinya. Dan mereka membenci tokoh-tokoh&lt;br /&gt;ahli bid'ah yang mereka itu mengajak kepada jalan menuju neraka dan menggiring&lt;br /&gt;pengikutnya menuju kehancuran. Allah telah menghiasi dan menyinari ahlus sunnah&lt;br /&gt;dengan kecintaan mereka kepada ulama-ulama ahlus sunnah, sebagai karunia dan&lt;br /&gt;keutamaan dari Allah ta'ala.&lt;br /&gt;! Ahlus sunnah juga sepakat untuk merendahkan ahli bid'ah, menghinakan mereka,&lt;br /&gt;menjauhi dan memboikot mereka serta menghindari untuk bersahabat dengan mereka.&lt;br /&gt;! Janganlah kamu tertipu oleh banyaknya ahli bid'ah, karena banyaknya jumlah ahli bid'ah&lt;br /&gt;dan sedikitnya ahlus sunnah merupakan tanda dekatnya hari kiamat, sebagaimana&lt;br /&gt;sabda Nabi:"Sesungguhnya termasuk diantara tanda-tanda dekatnya hari kiamat yaitu&lt;br /&gt;sedikitnya ilmu dan menyebarluasnya kebodohan (dalam agama)"24&lt;br /&gt;! Ilmu itu sendiri merupakan sunnah dan kebodohan itu sendiri merupakan bid'ah&lt;br /&gt;! Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Iman itu akan mendekam di Madinah ,&lt;br /&gt;seperti ular yang mendekam dalam lubangnya25&lt;br /&gt;! Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:"Tidaklah datang hari kiamat, sampai&lt;br /&gt;tidak terdengar lagi di muka bumi ini orang yang mengatakan Allah, Allah, Allah"&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan lailaha illallah26&lt;br /&gt;! Barangsiapa yang pada hari ini berpegang teguh dengan sunnah Rasul shallallahu'alaihi&lt;br /&gt;wa sallam, melaksanakannya, istiqamah diatasnya serta mendakwahkannya, ia akan&lt;br /&gt;mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan yang mengamalakan diawal&lt;br /&gt;munculnya Islam, sebagaimana sabda Nabi :"Sesungguhnya dibelakang hari nanti akan&lt;br /&gt;datang hari-hari yang penuh kesabaran. Orang yang berpegang teguh dengan apa yang&lt;br /&gt;kalian pegang teguh akan mendapat 50 kali pahala yang kalian peroleh". Beliau ditanya&lt;br /&gt;(oleh sahabat) :"Mungkin 50 kali pahala diantara mereka". Rasulullah shallallahu'alaihi&lt;br /&gt;wa sallam menjawab:"Bahkan 50 kali pahala kalian"27&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam mengatakan demikian bagi orang yang&lt;br /&gt;mengamalkan sunnah dimana pada masanya umat sudah rusak.&lt;br /&gt;24 HR. Bukhari, Muslim dan lainnya&lt;br /&gt;25 HR. Bukhari, Muslim dan lainnya&lt;br /&gt;26 HR. Ahmad, Muslim dan lainnya&lt;br /&gt;27 HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanda shahih&lt;br /&gt;Copyleft © 2001 www.perpustakaan-islam.com-Islamic Digital Library&lt;br /&gt;43&lt;br /&gt;! Ibnu Syihab Az-Zuhri mengatakan:"Mengajarkan sunnah itu lebih utama daripada&lt;br /&gt;ibadah selama 200 tahun"&lt;br /&gt;! Suatu ketika Abu Muawiyah yang buta berbicara dengan Harun Ar-Rasyid, maka ia&lt;br /&gt;menyampaikan hadits :"Suatu saat Nabi Adam dan Musa 'alaihima sallam berdebat "&lt;br /&gt;tiba-tiba Ali bin Ja'far menyela:"Bagaiman mungkin itu bisa terjadi, masa kehidupan&lt;br /&gt;Nabi Adam dan Nabi Musa kan berbeda masa yang lama". Lalu khalifah Harun Ar-&lt;br /&gt;Rasyid menghardiknya:"Dia menceritakan kepadamu hadits dari Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu'alaihi wa sallam, lalu kamu membantah dengan bagaimana mungkin?" Beliau&lt;br /&gt;terus mengulang-ulangi, sampai Ali bin Ja'far terdiam".&lt;br /&gt;Abu Utsman berkata:"Demikianlah seharusnya seseorang dalam mengagungkan haditshadits&lt;br /&gt;Nabi, menerimanya dengan sepenuh penerimaan, kepasrahan dan&lt;br /&gt;mengimaninya. Membantah orang yang menempuh jalan selain ini, sebagaimana yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh Harun Ar-Rasyid rahimahullam terhadap orang yang dengan beraninya&lt;br /&gt;membantah hadits dengan mengatakan:"Bagaimana mungkin?" yang tujuannya adalah&lt;br /&gt;membantah dan mengingkarinya. Padahal seharusnya ia menerima semua yang&lt;br /&gt;diberitakan oleh Nabi.&lt;br /&gt;! Semoga Allah menjadikan kita termasuk diantara mereka yang ketika mendengar hadits&lt;br /&gt;kemudian mengikutinya. Berpegang teguh sepanjang hidup dengan Kitabullah dan&lt;br /&gt;Sunnah Rasul shallallahu'alaihi wa sallam, serta menghindari hawa nafsu yang&lt;br /&gt;menyesatkan, pendapat-pendapat yang sesat dan berbagai kejahatan yang menghinakan&lt;br /&gt;dengan karunia dan keutamaan dari Allah ta'ala.&lt;br /&gt;! Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad ,&lt;br /&gt;keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu 'Alaihi ajma'in.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8639763843973167353-7179937073779261052?l=skanida.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skanida.blogspot.com/feeds/7179937073779261052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8639763843973167353&amp;postID=7179937073779261052&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8639763843973167353/posts/default/7179937073779261052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8639763843973167353/posts/default/7179937073779261052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skanida.blogspot.com/2009/06/assunnah.html' title='Assunnah'/><author><name>Arif Diyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16397020251455344435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_cHRxNBqoeZE/TIYAXd4EthI/AAAAAAAAAE8/0-dkZKjh88I/S220/DSCN4684.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8639763843973167353.post-3273677179694521073</id><published>2009-03-12T11:42:00.001-07:00</published><updated>2009-03-12T11:43:27.037-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smkn2magelang'/><title type='text'>smkn 2 magelang</title><content type='html'>karena smkn2 magelang ga punya blog atau website, maka gue pake aja nama skanida. O ia tuh gunawan siapa berani make-make nama sekolahan gue.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8639763843973167353-3273677179694521073?l=skanida.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://skanida.blogspot.com/feeds/3273677179694521073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8639763843973167353&amp;postID=3273677179694521073&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8639763843973167353/posts/default/3273677179694521073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8639763843973167353/posts/default/3273677179694521073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://skanida.blogspot.com/2009/03/smkn-2-magelang.html' title='smkn 2 magelang'/><author><name>Arif Diyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16397020251455344435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_cHRxNBqoeZE/TIYAXd4EthI/AAAAAAAAAE8/0-dkZKjh88I/S220/DSCN4684.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
